Jumat, 10 Januari 2014

Contoh Penerapan Telematika



Telematika (telekomunikasi dan teknologi satelit) merupakan adopsi dari bahasa asing. Kata telematika berasal dari kata dalam bahasa Prancis, yaitu telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L'informatisation de la Societe .  Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika.
Banyak contoh Penerapan Telematika di Indonesia yang banyak terjadi di segala aspek , salah satunya  adalah E – Mail ( electronic mail / surat elektronik ) Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email dan dapat juga membantu seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan seperti mengirim dokumen atau laporan dapat dengan mudah melalui email selain itu email juga sangat membantu dalam segala kegiatan lainnya seperti melamar kerja, berkomunikasi jarak jauh , dll
A.      Alur Email

Pada gambar berikut di perlihatkan cara kerja sistem e-mail secara sederhana.

E-mail akan di kirim dari komputer Ani dengan alamat e-mail ani@a.id ke rekan Ani yang bernama Beno dengan alamat e-mail beno@b.id. Pada gambar di perlihatkan urusan proses pengiriman e-mail.
Langkah yang akan terjadi adalah sebagai berikut,
1. Ani (ani@a.id) menulis e-mail-nya di komputer menggunakan perangkat lunak untuk menulis e-mail, seperti, Thunderbird atau Evolution. Pada kolom To: di masukan alamat tujuan e-mail dalam hal ini beno@b.id. Tombol “Send” di tekan untuk mengirimkan e-mail ke mesin SMTP Server milik ISP A yang bernama smtp.a.id.
2. Setelah mesin smtp.a.id menerima e-mail dari Ani (ani@a.id) yang ditujukan kepada Beno (beno@b.id). Server smtp.a.id men-cek alamat e-mail tujuan (dalam hal ini beno@b.id). Mesin smtp.a.id membutuhkan informasi ke server mana e-mail untuk mesin b.id harus di tujukan. Untuk memperoleh informasi tersebut mesin smtp.a.id bertanya ke Name Server (NS) ns.b.id di Internet yang membawa informasi tentang domain b.id.
 
3. Mesin Name Server ns.b.id memberitahukan mesin smtp.a.id, bahwa semua e-mail yang ditujukan kepada b.id harus dikirim kepada mesin smtp.b.id.
4. Setelah memperoleh jawaban dari ns.b.id, bahwa e-mail harus dikirim ke mesin smtp.b.id, maka mesin smtp.a.id berusaha untuk menghubungi mesin smtp.b.id. Setelah mesin smtp.b.id berhasil di hubungi, mesin smtp.a.id akan mengirimkan teks e-mail dari Ani (ani@a.id) yang ditujukan kepada Beno (beno@b.id) ke mesin smtp.b.id.
5. Beno (beno@b.id) yang sedang menjalan perangkat lunak pembaca e-mail di komputer-nya akan mengambil e-mail dari server smtp.b.id. E-mail dari Ani (ani@a.id) akan terambil dan dapat di baca secara lokal di komputer Beno (beno@b.id).
Seluruh proses pengiriman e-mail ini akan memakan waktu beberapa detik saja, termasuk untuk mencapai tujuan di belahan dunia Amerika atau Eropa. Tentunya cara di atas bukanlah satu-satunya, cara lain yang banyak digunakan untuk mengirimkan e-mail adalah menggunakan perantara Webmail.
Prinsip kerja Webmail juga sama dengan apa yang di terangkan di atas, hanya saja perangkat lunak di sisi Ani berupa Web yang di akses melalui Internet. Apabila email terkirim email akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. jika menggunakan POP3 server maka apabila kita hendak membaca email maka email pada server di download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang mendownload email tersebut, dengan kata lain kita hanya bisa membaca email tersebut pada device yang mendownload email tersebut. berbeda dengan POP3 IMAP server mempertahankan email pada server sehingga email dapat dibuka kembali lewat device yang berbeda .


B.      Penemu Email
Raymond Samuel Tomlinson (lahir 1941, Amsterdam, New York) adalah seorang Insinyur Komputer, Ray Tomlinson menemukan email berbasis internet akhir tahun 1971 di ARPAnet.Inovasi terbesar yaitu email (atau surat elektronik), kemampuan untuk mengirim pesan sederhana kepada orang lain melalui jaringan (1971). Ray Tomlinson bekerja sebagai insinyur komputer untuk Bolt Beranek dan Newman (BBN), perusahaan yang disewa oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk membangun internet yang pertama pada tahun 1968.
Ia saat itu tengah mengerjakan program yang disebut SNDMSG (send message )yang memungkinan pengguna komputer yang sama bisa meninggalkan pesan satu sama lain. Atau sistem e-mail dengan jenis komputer tunggal. Ketika itu, ia mencoba sebuah program transfer (CYPNET) yang memungkinkan pengguna komputer mengirimkan file, untuk mengarahkan komputer terhubung dengan ARPANET. Tomlinson kemudian berpikir bahwa jika ia menggabungkan SNDMSG dan CYPNET berbarengan, ia mungkin bisa mengirim pesan ke kotak pos elektronik lain dalam sebuah jaringan, semudah mengirimkan file.
Salah satu pertanyaan yang kemudian mengarahkan Tomlinson pada eksperimen lain mengenai e-mail adalah bagaimana membedakan pesan-pesan yang diarahkan keluar jaringan dan pesan lain yang dialamatkan ke banyak pengguna komputer pada sebuah kantor. Ia terus mempelajari keyboard komputer yang tak langsung terkait dengan nama orang serta bukan sebuah angka.
Akhirnya sampailah ia pada penggunaan simbol @ sebagai petunjuk alamat sang pengguna e-mail. Simbol ini mewakili tempat dan hanyalah sebuah preposisi pada sebuah keyboard. Penggunaan simbol @ ini membawa dampak yang global, Ray Tomlinson mengakui bahwa penemuannya dihasilkan “hanya dari berpikir tak lebih dari 30 atau 40 detik.” Ray Tomlinson memilih simbol @ untuk membedakan mana pengguna/username dengan domain/alamat server.. Simbol @ dibaca “et” yang berarti “di”.
Email pertama yang dikirim oleh Ray Tomlinson di antara dua komputer yang benar-benar duduk di samping satu sama lain. Namun, jaringan ARPANET digunakan sebagai sambungan antara keduanya. Pesan email yang pertama adalah “QWERTYUIOP”. Pesan QWERTYUIOP dapat jadikan pesan bersejarah karena itu isi pesan pertama yang dapat dikirmkan lewat jaringan ARPANET yang berkembang sekarang menjadi jaringan internet. 
Penemu e-mail , Ray Tomlinson, yang menurut banyak kalangan termasuk pencapaian penting dan revolusioner dalam teknologi informasi. Dia layak menjadi 50 tokoh yang berpengaruh dalam dunia Informatika karena dia yang memilih simbol @ sebagai penanda alamat surat elektronik, dibelakang nama si pengirim atau penerima pesan, bahkan kini pengunaan e-mail sudah menjadi sarana komunikasi global yang paling murah

C.      Metode Email
Untuk mengirim surat elektronik kita memerlukan suatu program mail-client. Surat elektronik yang kita kirim akan melalui beberapa poin sebelum sampai di tujuan. Mulai dari surat elektronik dikirim → Internet → POP3 server penyedia e-mail penerima → e-mail client (di komputer si penerima) → surat elektronik dibaca si penerima
Terlihat surat elektronik yang terkirim hanya melalui 5 poin (selain komputer pengirim dan penerima). Sebenarnya lebih dari itu sebab setelah surat elektronik meninggalkan POP3 Server maka itu akan melalui banyak server-server lainnya. Tidak tertutup kemungkinan surat elektronik yang kita kirim disadap orang lain. Maka dari itu bila surat elektronik yang kita kirim mengandung isi yang sensitif sebaiknya kita melakukan tindakan pencegahan, dengan mengacak (enkrip) data dalam surat elektronik tersebut (contohnya menggunakan PGP, sertifikat digital, dan lain-lain)
Dalam pengiriman email, terdapat dua aplikasi yang diperlukan yaitu MTA (Mail Transfer Agent), dan MUA (Mail User Agent). Kerja sama antara MUA dan MTA dapat dianalogikan seperti agen perjalanan dan perusahaan perjalanan, dimana email merupakan orang yang akan melakukan perjalanan. Secara garis besar MTA adalah sebuah aplikasi untuk mengantarkan email dan berfungsi sebagai berikut :
1. Pertukaran email menggunakan protokol TCP
2. Menerima email masuk (incoming)
3. Meneruskan email yang akan keluar (outgoing)
4. Mengatur antrian bila ada email masuk, keluar dan yang tertunda pengirimannya.
5. MTA dapat menggunakan aliases/daftar distribusi untuk mengirimkan salinan dari sebuah pesan ke berbagai tujuan.
MTA yang umum dipakai adalah sendmail dan qmail untuk Unix serta untuk di Ms Windows menggunakan Mdaemon.
Sedangkan MUA adalah aplikasi yang berfungsi sebagai interface antara email, dalam hal ini berhubungan dengan user yang memiliki email tersebut, dengan MTA yang mendukungnya. MUA bisa disebut juga sebagai email reader yang dapat menerima bermacam-macam perintah untuk pembuatan, penerimaan dan penjawaban pesan. Beberapa MUA mengizinkan pemakaian format Multipurpose Internet Mail Extension (MIME) yang dapat digunakan untuk melampirkan file ke dalam suatu pesan atau biasa disebut attachment.
Fungsi MUA sebagai berikut :
1. Menulis email dan membaca email yang masuk.
2. Mengatur konfigurasi email sehingga sesuai dengan MTA yang mendukungnya.
3. Memberikan kenyamanan kepada user dalam menerima dan mengirim email.
Beberapa agen email yang populer saat ini adalah Pine, MailX, Eudora, Netscape, Thunderbird, Outlook dan Pegasus. Sebagian mail server di operasikan secara otomatis. Mail server menetapkan aturan, mana pesan akan dikirim dan diterima dari server lain.
Pada mail server terdapat 2 server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing sever. Server yang biasa menangani outgoing email adalah server SMTP (Simple Mail Transfer protocol) sedangkan yg menangani incoming adalah POP3 (Post Office Protokol) atau IMAP (Internet Mail access Protokol).


Sumber :
http://ballo.wordpress.com/2012/12/02/telematika-dan-pendidikan/
http://www.lintasberita.web.id/pengertian-dan-fungsi-email/
http://bangwildan.web.id/berita-153-contoh-penerapan-telematika.html

Rabu, 20 November 2013

Cloud Computing



Pengertian Cloud Computing
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ( komputasi ) dan pengembangan berbasis Internet ( awan ), Cloud computing adalah komputasi berbasis internet, dimana server yang dibagi bersama menyediakan sumber daya, perangkat lunak, dan informasi untuk komputer dan perangkat lain sesuai permintaan, seperti dengan jaringan listrik. Cloud computing merupakan evolusi alami dari luas adopsi virtualisasi, arsitektur berorientasi layanan dan komputasi utilitas. Rincian diabstraksikan dari konsumen, yang tidak lagi memiliki kebutuhan untuk keahlian dalam, atau kontrol atas, infrastruktur teknologi “di awan” yang mendukung mereka. Cloud computing menggambarkan suplemen baru, konsumsi, dan model pengiriman untuk layanan berbasis IT di Internet, dan biasanya melibatkan over-the internet penyediaan sumber daya secara dinamis scalable dan sering virtualisasi. Ini adalah produk sampingan dan konsekuensi dari kemudahan akses ke situs komputer remote yang disediakan oleh Internet. Hal ini sering mengambil bentuk perangkat berbasis Web atau aplikasi yang pengguna dapat mengakses dan menggunakan melalui browser web seolah-olah itu adalah program yang diinstal secara lokal pada komputer mereka sendiri. NIST memberikan definisi agak lebih objektif dan spesifik di sini, “awan” digunakan sebagai metafora untuk internet, berdasarkan awan gambar yang digunakan di masa lalu untuk mewakili jaringan telepon, dan kemudian untuk menggambarkan Internet dalam diagram jaringan komputer sebagai sebuah abstraksi infrastruktur dasar yang diwakilinya. penyedia khas komputasi awan memberikan aplikasi bisnis yang umum online yang diakses dari yang lain layanan Web atau perangkat lunak seperti browser Web, sedangkan perangkat lunak dan data disimpan di server.
Sebagian besar infrastruktur komputasi awan terdiri dari pelayanan yang diberikan melalui pusat umum dan dibangun pada server. Awan sering muncul sebagai titik akses tunggal untuk memenuhi kebutuhan komputasi konsumen. penawaran komersial umumnya diharapkan untuk memenuhi kualitas layanan (QoS) persyaratan pelanggan, dan biasanya mencakup perjanjian tingkat layanan (SLA) Petugas awan utama layanan termasuk Amazon, Rackspace Cloud, Salesforce, Microsoft dan Google. Beberapa TI yang lebih besar perusahaan-perusahaan yang secara aktif terlibat dalam komputasi awan adalah Fujitsu, Dell, Red Hat, Hewlett Packard, IBM, VMware dan NetApp.

Karakteristik Cloud Computing
Konsep dasar komputasi awan adalah bahwa komputasi adalah “di awan” yaitu bahwa pengolahan (dan data terkait) tidak dalam tertentu, yang dikenal atau tempat yang sama (s). Hal ini bertentangan dengan tempat pengolahan berlangsung dalam satu atau lebih server tertentu yang diketahui. Semua konsep yang lain disebutkan tambahan atau pelengkap untuk konsep ini.
Umumnya, pelanggan komputasi awan tidak memiliki infrastruktur fisik, bukannya menghindari pengeluaran modal dengan menyewa penggunaan dari penyedia pihak ketiga. Mereka mengkonsumsi sumber daya sebagai sebuah layanan dan membayar hanya untuk sumber daya yang mereka gunakan. Banyak penawaran komputasi awan menggunakan model utilitas komputasi, yang analog dengan cara tradisional layanan utilitas (seperti listrik) yang dikonsumsi, sedangkan tagihan orang lain secara berlangganan. Sharing “mudah rusak dan tidak berwujud” kekuatan komputasi diantara beberapa penyewa dapat meningkatkan tingkat pemanfaatan, karena server tidak perlu dibiarkan diam (yang dapat mengurangi biaya secara signifikan sementara meningkatkan kecepatan pengembangan aplikasi). Sebuah efek samping dari pendekatan ini adalah bahwa penggunaan komputer secara keseluruhan meningkat secara dramatis, karena pelanggan tidak perlu insinyur untuk batas beban puncak. Di samping itu, “peningkatan kecepatan tinggi bandwidth” memungkinkan untuk menerima yang sama. Awan semakin berhubungan dengan usaha kecil dan menengah (UKM) seperti dalam banyak kasus mereka tidak bisa membenarkan atau membayar belanja modal besar IT tradisional. UKM juga biasanya memiliki infrastruktur kurang ada, birokrasi kurang, lebih fleksibel, dan anggaran modal kecil untuk membeli teknologi di rumah. Demikian pula, UKM di pasaran biasanya dibebani oleh warisan didirikan infrastruktur, sehingga mengurangi kompleksitas solusi awan menyebarkan.

Arsitektur Cloud Computing
Arsitektur sistem dari sistem perangkat lunak yang terlibat dalam pengiriman komputasi awan, biasanya melibatkan beberapa komponen awan saling berkomunikasi melalui antarmuka pemrograman aplikasi, biasanya layanan web. Hal ini mirip dengan filosofi Unix memiliki beberapa program setiap hal yang melakukan dengan baik dan bekerja sama melalui antarmuka universal. Kompleksitas dikendalikan dan sistem yang dihasilkan lebih mudah ditangani daripada rekan-rekan monolitik mereka.
Dua komponen yang paling penting dari arsitektur komputasi awan dikenal sebagai front end dan back end. Ujung depan adalah bagian dilihat oleh klien, yaitu pengguna komputer. Ini termasuk jaringan klien (atau komputer) dan aplikasi yang digunakan untuk mengakses awan melalui user interface seperti browser web. Bagian belakang arsitektur komputasi awan adalah ‘awan’ itu sendiri, yang terdiri dari berbagai komputer, server dan perangkat penyimpanan data.

Fitur Utama Cloud Computing
* Agility meningkatkan dengan kemampuan pengguna untuk secara cepat dan murah sumber daya teknologi penyediaan infrastruktur kembali.
* API aksesibilitas untuk perangkat lunak yang memungkinkan mesin untuk berinteraksi dengan perangkat lunak awan dengan cara yang sama user interface memfasilitasi interaksi antara manusia dan komputer. Cloud Computing sistem biasanya menggunakan API berbasis REST.
* Biaya diklaim menjadi sangat berkurang dan pengeluaran modal dikonversi menjadi biaya operasional. Hal ini seolah-olah menurunkan hambatan masuk, seperti infrastruktur biasanya disediakan oleh pihak ketiga dan tidak perlu dibeli untuk satu-waktu atau jarang tugas komputasi intensif. Harga atas dasar utilitas komputasi halus dengan pilihan penggunaan berbasis TI dan keterampilan lebih sedikit diperlukan untuk implementasi (in-house)
* Device dan kemandirian lokasi memungkinkan pengguna untuk mengakses sistem menggunakan browser web terlepas dari lokasi mereka atau apa perangkat yang mereka gunakan (misalnya, PC, mobile). Sebagai infrastruktur off-site (biasanya disediakan oleh pihak-ketiga) dan diakses melalui internet, pengguna dapat terhubung dari mana saja.
* Multi-sewa memungkinkan berbagi sumber daya dan biaya di kolam besar pengguna sehingga memungkinkan untuk:
 * Sentralisasi infrastruktur di lokasi dengan biaya lebih rendah (seperti real estat, listrik, dll)
 *  meningkatkan kapasitas Puncak-beban (pengguna tidak perlu insinyur untuk tertinggi tingkat beban mungkin-)
* Pemanfaatan dan peningkatan efisiensi untuk sistem yang sering hanya digunakan 10-20%.
* Reliabilitas ditingkatkan jika berlebihan beberapa situs yang digunakan, yang membuat komputasi awan yang dirancang dengan baik yang cocok untuk kelangsungan bisnis dan pemulihan bencana. Padam 
Meskipun demikian, layanan banyak awan besar komputasi telah menderita, dan TI dan manajer bisnis dapat pada waktu melakukan sedikit saat mereka terpengaruh.
* Skalabilitas melalui dinamis (“on-demand”) penyediaan sumber daya atas dasar, fine-grained swalayan dekat real-time, tanpa pengguna harus insinyur untuk beban puncak. Kinerja dimonitor, dan arsitektur konsisten dan longgar digabungkan dibangun menggunakan layanan web sebagai antarmuka sistem. Salah satu metode baru yang paling penting untuk mengatasi kemacetan kinerja untuk kelas besar aplikasi data pemrograman paralel pada grid data terdistribusi.
* Keamanan bisa meningkatkan karena sentralisasi data, peningkatan sumber daya keamanan terfokus, dll, tapi kekhawatiran bisa bertahan tentang kehilangan kontrol atas data sensitif tertentu, dan kurangnya keamanan untuk kernel disimpan Keamanan. Sering sebagus atau lebih baik dari bawah sistem tradisional, sebagian karena penyedia dapat mencurahkan sumber daya untuk memecahkan masalah keamanan yang banyak pelanggan tidak mampu. Penyedia biasanya log akses, tetapi mengakses audit log sendiri bisa menjadi sulit atau tidak mungkin. Selain itu, kompleksitas keamanan sangat meningkat ketika data didistribusikan ke daerah yang lebih luas dan / atau jumlah perangkat.
* Pemeliharaan aplikasi komputasi awan lebih mudah, karena mereka tidak harus diinstal pada setiap komputer pengguna. Mereka lebih mudah untuk mendukung dan meningkatkan sejak perubahan mencapai klien langsung.
* Metering berarti bahwa penggunaan sumber daya komputasi awan harus terukur dan harus meteran per klien dan penerapan secara harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.

Lapisan Cloud Computing
fungsi Internet melalui serangkaian protokol jaringan yang membentuk suatu tumpukan lapisan, seperti yang ditunjukkan pada gambar (atau seperti yang dijelaskan secara lebih rinci pada model OSI). Setelah koneksi internet yang didirikan di antara beberapa komputer, adalah mungkin untuk layanan berbagi dalam salah satu dari lapisan berikut Cloud Computing Stack.svg
Klien Cloud Computing
Seorang klien awan terdiri dari perangkat keras komputer dan / atau perangkat lunak komputer yang bergantung pada komputasi awan untuk pengiriman aplikasi, atau yang dirancang khusus untuk pengiriman layanan awan dan bahwa, dalam kasus lain, pada dasarnya tidak berguna tanpa itu. Contohnya termasuk beberapa komputer, ponsel dan perangkat lain, sistem operasi dan browser.

Aplikasi Cloud Computing
Awan aplikasi layanan atau “Software sebagai Service (SaaS)” menyediakan perangkat lunak sebagai layanan melalui Internet, menghilangkan kebutuhan untuk menginstal dan menjalankan aplikasi pada komputer sendiri dan pemeliharaan pelanggan menyederhanakan dan dukungan. Orang-orang cenderung menggunakan ‘SaaS’ syarat dan ‘awan’ secara bergantian, padahal sebenarnya mereka adalah dua hal yang berbeda Karakteristik utama meliputi Jaringan berbasis
* akses ke, dan pengelolaan, tersedia secara komersial (misalnya, tidak kustom) perangkat lunak
* Kegiatan yang dikelola dari lokasi pusat daripada di lokasi masing-masing pelanggan, memungkinkan pelanggan untuk mengakses aplikasi remote via Web
* Pengiriman Aplikasi yang biasanya lebih dekat dengan model satu-ke-banyak (misalnya tunggal, arsitektur multi-penyewa) daripada satu-ke-satu model, termasuk arsitektur, harga, kemitraan, dan karakteristik manajemen
* Terpusat fitur update, yang menyingkirkan kebutuhan untuk download patch dan upgrade.



Platform Cloud Computing
platform layanan Cloud atau “Platform as a Service (PaaS)” memberikan platform komputasi dan / atau solusi stack sebagai layanan, infrastruktur awan sering mengkonsumsi dan aplikasi awan mempertahankan.  Ini memfasilitasi penyebaran aplikasi tanpa biaya dan kompleksitas membeli dan mengelola perangkat keras yang mendasarinya dan lapisan perangkat lunak

Model Deployment Cloud Computing
Awan Publik
Umum awan atau awan eksternal menggambarkan komputasi awan dalam pengertian tradisional aliran utama, dimana sumber daya secara dinamis ditetapkan atas dasar, fine-grained layanan mandiri melalui Internet, melalui aplikasi web / layanan web, dari penyedia pihak ketiga off-site yang tagihan secara halus utilitas komputasi
Awan Komunitas
Awan komunitas dapat didirikan di mana beberapa organisasi memiliki kebutuhan yang sama dan berusaha untuk infrastruktur saham sehingga untuk mewujudkan beberapa manfaat komputasi awan. Dengan biaya yang tersebar di pengguna kurang dari awan publik (tapi lebih dari penyewa tunggal) pilihan ini lebih mahal tetapi mungkin menawarkan tingkat yang lebih tinggi privasi, keamanan dan / atau kepatuhan kebijakan. Contoh awan masyarakat termasuk Google “Pem Cloud”

Sejarah Cloud Computing
Konsep yang mendasari komputasi awan tanggal kembali ke tahun 1960-an, ketika John McCarthy berpendapat bahwa “perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik.” Hampir semua karakteristik modern dari komputasi awan (penyediaan elastis, disediakan sebagai ilusi, utilitas online, pasokan tak terbatas), perbandingan untuk industri listrik dan penggunaan bentuk publik, swasta, pemerintah dan masyarakat itu benar-benar dieksplorasi di Douglas Parkhill’s 1966 buku, Tantangan Utility Komputer.
Istilah sebenarnya “awan” meminjam dari telepon di perusahaan telekomunikasi, yang sampai tahun 1990-an terutama ditawarkan didedikasikan sirkuit data point-to-point, mulai menawarkan Virtual Private Network (VPN) pelayanan dengan kualitas pelayanan yang sebanding tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Dengan beralih lalu lintas untuk menyeimbangkan pemanfaatan karena mereka melihat cocok, mereka mampu memanfaatkan bandwidth jaringan secara keseluruhan mereka lebih efektif. Simbol awan digunakan untuk menunjukkan titik demarkasi antara itu yang merupakan tanggung jawab penyedia dari pengguna. Cloud computing memperluas batas ini untuk menutup server serta infrastruktur jaringan. Penggunaan ilmiah pertama dari “cloud computing” Istilah dalam sebuah kuliah tahun 1997 oleh Ramnath Chellappa.
Amazon memainkan peran kunci dalam pengembangan komputasi awan dengan memodernisasi pusat data mereka setelah gelembung dot-com, yang, seperti jaringan komputer kebanyakan, menggunakan sesedikit 10% dari kapasitas mereka pada satu waktu, hanya untuk memberikan ruang bagi sesekali paku. Setelah menemukan bahwa arsitektur awan baru menghasilkan peningkatan efisiensi internal yang signifikan dimana kecil, bergerak cepat “tim dua-pizza” bisa menambahkan fitur baru yang lebih cepat dan lebih mudah, Amazon memulai usaha pengembangan produk baru untuk menyediakan komputasi awan kepada pelanggan eksternal, dan meluncurkan Amazon Web Service (AWS) secara komputasi utilitas pada tahun 2006.
Pada tahun 2007, Google, IBM dan sejumlah perguruan tinggi memulai sebuah proyek komputasi awan skala besar penelitian Pada awal tahun 2008., Eucalyptus menjadi sumber platform pertama AWS terbuka API kompatibel untuk menyebarkan awan swasta. Pada pertengahan tahun 2008, Gartner melihat kesempatan untuk komputasi awan “untuk membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka yang menggunakan layanan TI dan mereka yang menjual mereka” dan mengamati bahwa “rganisations berpindah dari perusahaan- hardware yang dimiliki dan aset perangkat lunak untuk model layanan berbasis per-gunakan “sehingga” pergeseran diproyeksikan komputasi awan akan menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapa daerah dan pengurangan signifikan di bidang lain “.

Sumber Tulisan :

Selasa, 05 November 2013

Analisis Kinerja Sistem



Manajemen Kontrol Keamanan
(Security Management Controls)



Aset Sistem Informasi harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Sebut dan jelaskan langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan tsb !



Pelaksanaan Program Keamanan (Conducting a Security Program)
Langkah-langkah utama pelaksanaan Program keamanan yaitu (lihat gbr.6.2)

Gbr.6.2 Langkah utama dalam pelaksanaan program keamanan

Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan)
Perencanaan proyek untuk tinjaun kemanan mengikuti item sbb :
a.   Tujuan Review
b.   Ruang Lingkup (Scope) Review 
c.    Tugas yang harus dipenuhi
d.   Organisasi dari Tim Proyek
e.   Sumber Anggaran (Pendanaan) dan 
f.  Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas



Identifikasi Kekayaan (Identification of asset)
Katagori asset :
a.   Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
b.   Hardware  (Mainfarme,  minicomputer,  microcomputer,  disk,  printer,
communication  lines, concentrator, terminal)
c.    Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
d.   Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans,
insurance policies, contracts)
e.   Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
f. 6Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
g.   Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
h.   Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software,
Spreadsheets)
Penilaian Kekayaan (Valuation of asset)
Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker
(1981) 6menggambarkan 6ketergantungan penilaian pada 6siapa 6yang 6ditanya 6untuk
memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode
untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.