Jumat, 16 Juni 2017

Tulisanku untukmu, yang terlalu kurindu



“Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong” – Tere Liye dalam Kau, Aku Dan Sepucuk Angpau Merah. Yah sebuah kutipan yang memang benar namun ini lah pengecutku aku hanya bisa menulis lagi dan lagi tentangmu, kau harus tahu satu hal bila aku sudah mulai menulis lagi disini itu bukti bahwa aku sudah tak bisa lagi menahan diri, aku sudah berada pada tahap  binggung yang keterlaluan harus berbicara dengan cara apa tak ada maksud untuk membuat tulisan indah dengan kata – kata termanis untuk mu, namun kau tahu sejauh apapun aku pergi kau tetap aksara yang paling aku suka. 

Aku sangatlah merindukanmu andai kau tahu itu, namun untuk menyapamu kembali sungguh aku sangatlah pengecut, aku tak tahu harus mulai dengan bagaimana ?  Jarak yang kau buat ini telah terlalu jauh dan memakan waktu yang sangat lama , entah apa maksud Tuhan menciptakan jarak ini namun yang ku tahu Tuhan adalah pemilik skenario terbaik yang ada dimuka bumi, lantas apa yang bisa ku perbuat dalam kerinduan ini selain bersabar dan berbaik sangka terhadap Allah ?

Aku sadar bahwa Tulisanku ini belum tentu ditemukan apalagi terbaca olehmu, namun seandainya bila nanti kau baca Tulisanku ini aku harap kau sadar dan mengerti aku sungguh sedang tidak bercanda tentang rindu ini mungkin waktu bisa berlalu tapi bagaimana dengan hati?

Selagi aku masih hidup aku masih bisa mendoakanmu dan aku yakin semua akan baik baik saja sebab aku sudah menitipkan rasa rindu ini pada Allah , walau aku tak dapat melihatmu setiap waktu aku memilih percaya. tentangmu disana yang masih setia dengan diriku atau sudah mendapat tempat baru aku pun sudah menyerahkannya pada Allah sungguh bagianku hanyalah berdoa, percaya dan masih mencintaimu dalam diamku disini.

 dari aku yang terlalu merindumu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar