Minggu, 12 Februari 2017

HUJAN




Ketika kau turun banyak sekali orang yang berkeluh kesah tentangmu yang dianggap sebagai penghalang aktivitas mereka hmm..seperti berangkat dan pulang dari kantor, berangkat pulang sekolah, gagal malam mingguan, sampai jemuran yang tak kunjung kering sungguh sangat disayangkan. 😌

Siapakah yang menurunkan hujan? 

Bukankah sehelai daun jatuh didunia ini pun terjadi atas ijin dan kehendak Allah, lantas bagaimana dengan hujan?

Kaum kaum yang memprotes hujan bukankah secara tidak langsung sedang memprotes Allah ?



Aku tidak paham dengan pola pikir mereka, sebagai pecinta hujan yang memiliki sebutan Pluviophile” (waah keren yah keliatannya hahaha) aku merasa apa yang salah dengan hujan..Aku sangat percaya hujan yang turun dibumi atas kehendak Allah dan merupakan takdir dari Allah bahwa waktu ini dan ditempat ini akan diturunkan hujan, dan aku yakin tidak ada yang sia – sia. Daripada memprotes hujan yang turun bukankah lebih baik banyak -  banyak berdoa seandainya mereka tahu bahwa waktu hujan turun itu merupakan waktu yang sangat baik dan mustajab untuk berdoa.

Aah sudahlah...percuma membicarakan tentang kaum kaum pembenci hujan itu..

Pluviophile itu sangat bagus sekali didengar, apa kalian tau bahwa ini merupakan sebuah penyakit psikologis bahkan merupakan tanda – tanda dari kelainan jiwa? (hmm..apa apa an ini,eerrrgg) berarti aku? Hmmm....ga usah diterusin ga usah

Aku mendifinisikan diri sebagai pecinta hujan karena aku sangat - sangatlah menyukai saat hujan turun, Ketika melihat langit yang mulai gelap pertanda hujan akan turun sudah membuat aku sangat bahagia, membuatku merasa dalam ketentraman dan membuatku ingin diam melihat awan gelap itu lama – lama. Suara dari hujan yang turun merupakan suara orkestra kedamaian alami yang diciptakan oleh alam, senang sekali bila dapat menikmati suara hujan itu sendirian tanpa penganggu sambil memandang dari jendela yang penuh dengan tetesan air hujan rasanya aku ingin sekali bergabung bersamamu hujan namun aku tak mampu melihat sekarang aku sudah dewasa pasti menjadi pemandangan yang tak lazim jika harus bermain hujan hujanan. 

Hujan juga punya cerita sendiri mungkin agar terdengar lebay kali ini , hehe

Yah hujan memang selalu punya cerita masing – masing namun, cerita kepada dia yang selalu kurindukan lah menjadi yang terbaik untuk ku yang seorang pluviophile, melupakan kenangan bersama dia saat turun hujan merupakan sebuah kesulitan tersendiri karena itu akan selalu menjadi kenangan yang sangatlah indah dan berkesan. 

Satu lagi pernahkan mencium aroma tanah setelah tersiram hujan yah aroma itu sangatlah aku sukai karana aroma itu pertanda bahwa hujan telah reda , maka setelah hujan reda berakhirlah pula tulisan ini.  Seperti itulah aku mendifiniskan diriku dalam tulisan ini .

tentang aku dan juga hujan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar