Selasa, 24 Januari 2017

Maaf Penyesalanku



Hei...kamu apa kabar?


Sehat kah kau disana?


Kuharap kau selalu baik - baik saja, karna jika tidak kegelisahan mengila di pikiranku. 

Tulisan ini yah masih juga tentang kamu, ku harap kau tak marah karna selalu menjadi menu faforit yang aku pilih dalam menulis 😆

Aku dulu selalu berpikir bahwa langkah kita mungkin akan beriringan, aku selalu berusaha menjadi sahabatmu, aku mencari tahu semua tentangmu namun ternyata aku gagal. Kita hanya menjadi orang yang saling mengenal kita bukanlah sahabat, kita juga bukanlah musuh namun kita hanya terikat memori, hanya terikat kenangan. Sungguh aku ingin sekali keluar dalam situasi ini, namun aku masih seperti orang yang kebingugan masih ada keyakinan ku untuk tetap disini biarpun ini pilihan yang bodoh, aku masih disini ditempat yang sama masih menantimu dengan harapan yang sama seperti dulu. Sedangkan engkau sudah pergi meninggalkan ku sendirian.

Maafkan aku yang masih merindukanmu...




Aku selalu ingin diprioritaskan karna dulu aku anggap ini sebagai ”kewajaran” namun aku salah ego ku yang berbicara, dan ego ku lah pemenangnya. Banyak  kebodohan demi kebodohan lain yang sudah aku lakukan hingga jarak antara kita pun serasa menjauh dari hari ke hari..sungguh maaf kan aku..
Inilah pengecutku aku bukanlah wanita yang mudah menyapa, aku lebih memilih menghindar tanpa kata dan aku bertindak sebagai pendoa mu, karna doa membawaku pada kesadaran yang sebenarnya bahwa Tuhan sangatlah kuasa membuat segala keajaiban bahwa kamu yang dinggin akan berubah suatu saat nanti, kesabaran lah pengguatku untuk kini dan selamanya..

Satu keyakinan ku Tuhan tidak pernah lelah memberikan warna dalam hidup hambanya, entah bagaimana caranya kita bertemu karna benang merah Tuhan. Sering aku bertanya apa yang membuat ku sangatlah merindukanmu? Kemudian aku merasa, aku sudah jatuh hati padamu karena memang harus begitu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar