Kamis, 15 Desember 2016

MERINDUKANMU



Sepi sesuatu yang selalu aku alami ketika sehabis melaksanakan aktivitas dikantor ini membuatku selalu ingin menghabiskan waktu dengan menulis, kamu selalu menjadi tulisan faforit ku entah kenapa banyak sekali kata kata dan sajak  yang ingin ku tulis jika mengenai dirimu, apa pun itu seolah bisa membuat jariku tidak mengenal lelah menulis semua tentang mu. 

Sepi yang kerap meruncing dari hari ke hari sampai seperti sebuah pisau yang tidak pernah aku asah sebelumnya namun menjadi tajam dengan membawa perih disetiap harinya, aku merasakan rindu yang begitu sangat akan sosok dirimu perasaan yang sedang aku jinakkan dengan berbagai aktivitas kesibukanku namun ternyata rinduku ini sudah pada tahap keterlaluan.

“Hai kamu apa kabar?”

Kata ini yang selalu aku ingin tahu apabila sedang melihat dirimu dalam kejauhan, sudah berapa lama kita tidak berbincang sejak kau memutuskan untuk bersikap seperti ini?
Hei.. kamu tahu aku bukan lah sosok pendendam cobalah untuk berbicara denganku lagi, kenapa kau begitu takut jika bertemu dengan  ku? Kamu tidak pernah berbuat kesalahan bukan? jadi jangan takut 😀 , Aku disini masih menunggumu sambil menikmati hitungan hari yang aku lewati tanpa adanya kamu.

Hei...aku merindukanmu, adakah satu kemungkinan bahwa kau juga merindukanku?

Seharusnya aku bahagia saat ini, karna berkat dirimu aku jadi sangat mengerti apa itu rindu. Namun, aku tidak bisa merasakan bahagia, aku merasakan kesedihan yang sangat ketika merindukanmu, oh sungguh aku bukanlah wanita yang cerdas aku tidak dapat menyembunyikan perasaanku yang seharusnya aku bisa merasakan bahagia ketika melihat salah satu kabar tentangmu dari salah satu sosial media, melihat kau bisa tertawa tanpa adanya aku disampingmu, sungguh aku justru merasa sangat sedih..

Meskipun aku tidak pernah mencoba mengatakannya padamu percayalah merindukanmu adalah sebuah kebenaran yang tidak menyenangkan sebuah pesan singkat darimu pun aku sanggat tunggu disetiap malam malamku. Rindu memang sangat mudah di ungkapkan pertanyaannya apakah rindu itu menguatkan? Apa yang harus aku lakukan bila rindu padamu semakin mengila? mengertilah rinduku ini bukan rindu yang keras kepala aku rasa mengungkapkan rindu padamu seperti sesuatu yang sangat egois sekali, biarlah aku tetap diam dalam kesunyianku.

Jika aku tidak bisa memberikan perhatianku kepadamu secara langsung, jika perasaanku tak dapat kutunjukan sesuai harapanmu, ku mohon percayalah padaku karna dalam setiap lima waktu telah ku ikut sertakan namamu didalamnya. Penyesalanku mencintaimu tidak pernah ada sedikitpun, mencintamu adalah pilihanku, disakitimu adalah cobaanku, merindukanmu adalah rintihan hatiku.

Dari aku yang merindukanmu......



Tidak ada komentar:

Posting Komentar