Senin, 01 Agustus 2016

Sabar, Cara Ku Mencintaimu dalam Diam.



Sabar...suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.  sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar juga sering dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.  pengertian sabar ini ku ambil dari wikipedia apakah sabar hanya berdefinisi seperti itu ? menurutku tidak !!! sabar hanya satu kata yang berdefiniskan sebuah keberanian dan memerlukan berjuta pengorbanan untuk mewujudkannya, menurutmu apakah sabar merupakan sesuatu yang tidak mungkin untuk dilakukan? 


Jawabanya ada disana yah didalam hatimu , sabar dalam membuktikan kerendahan dari hatimu untuk menunggu, mencari, dan tentu saja dalam memperjuangkan sesuatu yang sangat kau inginkan. Duhai hatiku apa responmu ketika kata “sabar” di tambah lagi dengan “cinta” apakah engkau menyatakan “tidak mudah”, “tak akan mudah”, “tidak pernah akan mudah” atau kau memang benar – benar tidak sanggup menggabungkan kata itu? Duhai hatiku mohon kuat lah kuat..


Sungguh bersabar terhadap rasa cinta yang kita miliki sangatlah tidak mudah, walaupun sudah berusaha menolak namun rasa itu tetap masuk melalui ruang dan batas yang sangatlah aku tidak tahu dimana letaknya. ketika rasa itu ada, pilihan tersulit pun selalu ada apakah ingin memperjuangkan sepertinya keadaan tidak mendukung langkahku ini, namun ketika ingin menolak apakah aku mampu? Apa aku mampu menepiskan semua keinginanku terhadapmu? Lalu apa yang bisa aku lakukan sekarang? Mungkin satu – satunya jawaban adalah aku akan mencintaimu dalam diamku.


Dalam diamku kucoba mencari cara membahagiakan hatiku dengan mencintaimu, dalam diamku aku akan mengamatimu, mengagumimu, dan memahami segala tentangmu, dalam diamku pula aku akan merasa dekat denganmu, tapi dalam diam ku pula aku merasakan luka yang terdalam karna mencintaimu, iya kamu ... kamu yang selalu menaruhku di posisi kebingunganku akan sikapmu dengan selalu menggunakan azaz menduga mendugaku setiap aku sedang berbicara denganmu, tak bisakah kau jujur sedikit saja padaku?

Perasaan jatuh cinta padamu ini sungguh sangat membahagiakanku namun seandainya aku boleh memilih aku tidak ingin jatuh hati padamu. Sosokmu yang selalu membuatku ragu dan takut atas perasaanku ini. Hanya dengan senyuman yang  engkau sunggingkan saja, hal itu sudah membuatku merasa bahagia. Hanya dengan melihatmu ketika berjumpa dalam suatu keadaan yang sangat sebentar, membuat hatiku berdegup begitu kencangnya. Sungguh aku ingin untuk mengenalmu lebih dekat, berbicara banyak hal bersamamu, tertawa bersamamu, bercerita tentang hobimu, bercerita tentang makanan kesukaanmu hmm...hal itu merupakan sesuatu yang selalu aku bayangkan, namun mengapa untukku begitu sulit? Tak taukah engkau aku sangat menginginkannya? Seandainya kamu tahu, dengan membayangkan akan bertemu denganmu saja sudah membuatku bersemangat untuk menjalani hari-hari ku yang membosankan ini.


Sampai kapan hatiku ini mampu untuk bersabar di cinta dalam diamku ini? Semakin lama memendam perasaan pada dirimu, ternyata  menyadarkan diriku akan sesuatu hal. Aku tidak bisa hidup dalam bayang-bayang dirimu. Ketika aku lelah dengan perasaan ini, bukan tidak mungkin jika aku meninggalkan perasaan ini? itu sulit bagiku. Karena dirimu akan tetap menjadi candu bagi ku yang sulit untuk dilupakan. Namun ketika bukan hatimu yang sanggup kumenangkan, apakah hatiku akan menjawab bahwa hatiku lah sendiri pemenangnya karna sanggup mencintaimu tulus dan tanpa pamrih? Apakah kesabaranku akan selalu jadi pemenang yah hanya kata “Pelangi sehabis hujan, akhirnya  akan selalu  indah dari sebuah kisah cinta yang dilalui dengan kesabaran” yang akan menjawabnya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar